Senin, 08 Juli 2013

Misteri Danau Toba

Danau Toba, danau terbesar se Asia Tenggara ini, mejadi salah satu danau terbesar di dunia, diantara danau-danau lainnya. Keberadaan Pulau Samosir yang dikelilingi oleh Danau Toba, menjadi sebuah nilai lebih danau lain di Asia Tenggara.
Lokasi Pandua-Desa Nainggolan
Tidak sedikit pengunjung yang sudah pernah datang langsung melihat keindahan Danau Toba, merasa kagum akan panorama yang dimiliki Danau Toba, baik pengunjung lokal maupun Internasional. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Samosir, tengah melakukan berbagai persiapan dalam rangka penyelenggaraan agenda pariwisata nasional tahunan yakni Festival Danau Toba, sebagaimana dahulu lebih dikenal dengan istilah Pesta Danau. Namun, dibalik keindahan Danau Toba yang menjadi salah satu icon wisata kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut, terungkap berbagai pengakuan masyarakat yang sering dikait-kaitkan dengan kesan misteri atau mistis di beberapa lokasi tepi Danau Toba. Sebut saja Pantai Pandua yang berada di Desa Nainggolan-Kecamatan Nainggolan. Beberapa kejadian unik yang sering dikait-kaitkan dengan hal-hal gaib, sering terjadi di lokasi tersebut.

Sekitar tahun 1990an, salam satu istir mantan camat Kecamatan Nainggolan (saat itu Kecamatan Nainggolan dipimpin marga Tambunan), mengalami kejadian janggal, dimana istir Pak Tambunan, hanyut seketika di danau toba, tepatnya di pantai (tepi danau) Pandua (lokasi Kantor Camat Nainggolan saat ini-red) dan akhirnya dapat diselamatkan oleh salah satu warga Bonapasogit. Konon, menurut cerita beberapa warga yang saat itu turut menyaksikan kejadian aneh tersebut, menyebutkan bahwa istri mantan Camat Nainggolan yang memimpin di era 90an tersebut, mandi di pantai Pandua dengan mengenakan beberapa barang-barang perhiasan, sementara lokasi pantai Pandua, diyakini memiliki penunggu yang sering mengincar korban yang mandi dengan mengenakan perhiasan maupun warga pendatang baru. Sesuai keterangan warga yang masih hidup hingga saat kisah ini diangkat oleh team Bonpas, istri mantan camat Nainggolan, dapat diselamatkan namun segala perhiasan yang dikenakan, dinyatakan hilang. Dan sesuai keyakinan warga setempat, perhiasan yang dikenakan istri mantan camat Nainggolan tersebut, diyakini hilang karena diambil sang penunggu yang ada di daerah Pantai Pandua.
Kemudain, masih pada tahun 1990an, salah seorang warga dinyatakan hilang dilokasi pantai Pandua-Desa Nainggolan, setelah sebelumnya mandi di tempat yang sama dimana istri mantan camat Nainggolan mengalami kejadian aneh tersebut.
Semenjak kejadian-kejadian janggal yang sudah banyak menelan korban itu, hingga saat ini, lokasi pantai pandua, masih dinilai kramat bagi warga setempat, sehingga tak sedikit warga yang sudah mengetahui hal keramat tersebut, merasa was-was ketika hendak mandi ke Pantai Pandua yang berlokasi di daerah Kantor Camat Nainggolan-Samosir. Lalu, benarkan misteri atau hal keramat seperti yang diyakini warga setempat (Pandua-Nainggolan, red) benar adanya? dan bagaimana dengan beberapa lokasi tepi danau toba yang konon kisahnya juga mengandung usur gaib tersebut? ikuti penelusuran team Bonpas selanjutnya.
Percaya atau tidak dengan hal unik berbau keramat ini, menguasai tehnik berenang atau sedikitnya paham dengan kondisi danau/sungai serta dasar daripada lokasi danau/sungai tempat kita berenang, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang bersifat merugikan atau menelan korban "hanyut/tengelam". Dan air yang tampak tenang, tidak sepenuhnya menjanjikan kenyamanan untuk berenang/menyelam.
Note:
"Tumbuhan air yang terdapat di dasar danau toba yakni sejenis lumut atau lumpur laut, memiliki sifat yang elastis atau mengikuti pergerakan air, sehingga keadaan rumput tersebut, menjadi acaman bagi para perenang/penyelam yang mengalami kontak langsung dengan rumput, dimana ketika benda bergerak yang melintas disekitar rumput/tumbuhan air tersebut, dengan mengikuti pergerakan benda bergerak, rumput seakan menjerat benda yang melintas disekitarnya, termasuk manusia yang menyelam/berenang disekitarnya. rumput akan mengikuti gerakan kaki, hingga secara langsung, rumput akan melilit kaki yang gerakannya sangat dekat dengan rumput".  Bisa saja hal ini menjadi salah satu faktor penyebab hanyutnya korban di beberapa lokasi tepi danau toba yang rata-rata memiliki tumbuhan air sejenis rumput laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar